Pengenalan
UML
Pengenalan
UML
UML (Unified Modeling Language) merupakan
pengganti dari metode analisis berorientasi objek dan design berorientasi
objek(OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun
90-an.
UML merupakan gabungan dari metode Booch,
Rumbaugh(OMT) dan Jacobson. Tetapi UML ini akan mencakup lebih luas daripada
OOA&D. Pada pertengahan pengembangan UML dilakukan standarisasi proses
dengan OMG(Object Management Group) dengan harapan UML akan menjadi bahasa standar pemodelan pada
masa yang akan datang.
UML disebut sebagai bahasa pemodelan
bukan metode. Kebanyakan metode terdiri paling sedikit prinsip, bahasa
pemodelan dan proses. Bahasa pemodelan (sebagian besar grafik) merupakan notasi
dari metode yang digunakan untuk mendesain secara cepat.
Bahasa pemodelan merupakan bagian
terpenting dari metode. Ini merupakan bagian kunci tertentu untuk komunikasi.
Jika anda ingin berdiskusi tentang desain dengan seseorang, maka anda hanya
membutuhkan bahasa pemodelan bukan proses yang digunakan untuk mendapatkan
desain.
UML merupakan bahasa standar untuk penulisan blueprint software
yang digunakan untuk visualisasi, spesifikasi, pembentukan dan pendokumentasian
alat-alat dari sistem software.
Sejarah
Singkat UML
Bahasa pemodelan berorientasi objek
muncul antara sekitar pertengahan tahun 1970-an dan akhir tahun 1980-an yang
dikenal dengan bahasa pemograman berorientasi objek dan aplikasi komplek yang
berkembang, yang dimulai untuk eksperimen dengan pendekatan alternatif untuk
analisis dan desain. Sejumlah metode berorientasi objek bertambah dari kurang
lebih 10 sampai lebih dari 50 selama periode 1989 dan 1994. Beberapa user
pengguna metode ini menemukan permasalahan dalam bahasa pemodelan ini yang
dibutuhkan mereka untuk kelengkapan, sehingga timbul yang dinamakan perang
metode. Belajar dari pengalaman, metode generasi baru mulai muncul dengan
metode yang terkemuka, seperti Booch, Jacobson’s OOSE(Object Oriented Software
Engineering) dan Rumbaugh’s OMT(Object Modelling Technique). Metode penting
lainya seperti Fusion, Shler_mellor dan Coad-Yourdan. Setiap metode ini
merupakan metode yang lengkap, meskipun setiap metode diakui memiliki kelebihan
dan kekurangan. Dalam waktu yang singkat metode Booch paling terasa dalam
mendesain dan membangun tahapan project,OOSE memberikan dukungan yang baik
untuk use cases seperti cara untuk menjalankan permintaan, analisis dan desain
level tinggi, dan OMT-2 sangat berguna untuk analisis dan sistem informasi data
intensif.
Banyak ide-ide yang kritis dimulai dari
pertengahan tahun 1990-an ketika Grady Booch (Relational Software Corporation),
Ivar Jacobson(Objectory) dan James Rumbaugh(General Electric) mulai mengadopsi
ide-ide dari metode lainnya yang dikumpulkan yang akhirnya diakui sebagai
Metode Object Oriented yang mudah diseluruh dunia. Kemudian mereka termotivasi
untuk membangun UML(Unified Modelling Language).
Ada tiga tujuan dibangunnya penyatuan metode
tersebut yaitu :
1. Untuk memodelkan sistem, dari konsep ke
bentuk yang cocok dengan menggunakan teknik berorientasi objek.
2. Untuk menunjukkan skala persoalan yang
komplek.
3. Untuk membangun bahasa pemodelan yang
berguna bagi manusia dan mesin.
Perencanaan bahasa untuk digunakan pada
analisa dan desain yang berorientasi objek tidak seperti mendesain bahasa pemograman.
Pertama, kita harus mengetahui masalah seperti dapatkah bahasa mencakup
spesikasi permintaan? Dapatkah bahasa penting untuk pemograman visual? Kedua,
kita harus menemukan keseimbangan antara komplek dan kesederhanaan. Bahasa yang
terlalu sederhana akan terbatas untuk problem yang luas yang akan dipecahkan.
Sedangkan untuk bahasa yang komplek akan berakibat terlalu pengembang pada
sistem yang sederhana.
UML dimulai secara resmi pada oktober
1994, ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch pada Relational Software
Coorporation. Proyek ini mengfokuskan pada penyatuan metode Booch dan OMT.
Versi 0.8 merupakan Metode Penyatuan yang direlease pada bulan oktober 1995.
Dalam waktu yang sama Jacobson bergabung dengan Ralational dan cakupan dari UML
semakin luas sampai diluar perusahaan OOSE. Dokumentasi UML versi 0.9 akhirnya
direlease pada bulan Juni 1996. Meskipun pada tahun 1996 ini melihat dan
menerima feedback dari komunitas Software Engineering. Dalam waktu tersebut
menjadi lebih jelas bahwa beberapa organisasi software melihat kalau UML
merupakan strategi dari bisnisnya. Kemudian dibangunlah UML Consortium dengan
beberapa organisasi yang akan menyumbangkan sumber dayanya untuk bekerja
mengembangkan dan melengkapi UML.
Disini beberapa patner yang berkontribusi
pada UML 1.0 diantaranya Digital Equipment Corporation, Hewlett-packard,
I-Logix, Intellicorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle,
Relational, Texas Instruments dan Unisys. Dari Colaboration ini dihasilkan UML
1.0 yang merupakan bahasa pemodelan yang ditetapkan secara baik, Expressive,
kuat dan cocok untuk lingkungan masalah yang luas. UML 1.0 ditawarkan menjadi
standarisasi dari Object Management Group(OMG). Dan pada januari 1997 sebagai
standar bahasa pemodelan.
Antara Januari – Juli 1997 Gabungan group tersebut memperluas kontribusinya sebagai hasil respon dari OMG dengan memasukkan Adersen Consulting, Ericsson, ObjectTimeLimeted, Platinum Technology,Ptech, Reich Technologies, Softeam, Sterling Software dan Taskon. Revisi dari versi UML(versi 1.1) ditawarkan kepada OMG sebagai standarisasi pada bulan juli 1997. Dan pada bulan September 1997 versi ini dierima oleh OMG Analysis dan Design Task Force(ADTF) dan OMG ArchitectureBoard. Dan Akhirnya pada Juli 1997 UML versi 1.1 menjadi standarisasi.
Pemeliharaan UML terus dipegang oleh OMG Revision Task Force(RTF) yang
dipimpin oleh Cris Kobryn. RTP merilis editorial dari UML 1.2 pada Juni 1998.
Dan pada tahun 1998 RTF juga merilis UML 3.1 dengan disertai dengan user guide
dan memberikan technical cleanup.
Gambaran dari UML
¤
UML sebagai Bahasa Pemodelan
UML merupakan Bahasa pemodelan yang memiliki pembendaharaan
kata dan cara untuk mempresentasikan secara fokus pada konseptual dan fisik
dari suatu sistem. Contoh untuk sistem software yang intensive membutuhkan
bahasa yang menunjukkan pandangan yang berbeda dari arsitektur sistem, ini sama
seperti menyusun/mengembangkan software development life cycle. Dengan UML akan
memberitahukan kita bagaimana untuk membuat dan membaca bentuk model yang baik,
tetapi UML tidak dapat memberitahukan model apa yang akan dibangun dan kapan
akan membangun model tersebut. Ini merupakan aturan dalam software development
process.
¤
UML sebagai bahasa untuk Menggambarkan
Sistem(Visualizing)
UML tidak hanya merupakan rangkaian simbol grafikal,
cukup dengan tiap simbol pada notasi UML merupakan penetapan simantik yang
baik. Dengan cara ini, satu pengembang dapat menulis model UML dan pengembang
lain atau perangkat yang sama lainnya dapat mengartikan bahwa model tersebut tidak
ambigu. Hal ini akan mengurangi error yang terjadi karena perbedaan bahasa
dalam komunikasi model konseptual dengan model lainnya.
UML menggambarkan model yang dapat dimengerti dan
dipresentasikan ke dalam model tekstual bahasa pemograman. Contohnya kita dapat
menduga suatu model dari sistem yang berbasis web tetapi tidak secara langsung
dipegang dengan mempelajari code dari sistem. Dengan model UML maka kita dapat
memodelkan suatu sistem web tersebut dan dipresentasikan ke bahasa pemogranan.
UML merupakan suatu model ekaplisit yang menggambarkan
komunikasi informasi pada sistem. Sehingga kita tidak kehilangan informasi code
implementasi yang hilang dikarenakan developer memotong coding dari
implementasi.
¤
UML sebagai bahasa untuk Menspesifikasikan
Sistem (Specifying)
Maksudnya membangun model yang sesuai,
tidak ambigu dan lengkap. Pada faktanya UML menunjukan semua spesifikasi
keputusan analisis, desin dan implementasi yang penting yang harus dibuat pada
saat pengembangan dan penyebaran dari sistem software intensif.
¤
UML sebagai bahasa untuk Membangun
Sistem(Constructing)
UML bukan bahasa pemograman visual,
tetapi model UML dapat dikoneksikan
secara langsung pada bahasa pemograman visual.
Maksudnya membangun model yang dapat
dimapping ke bahasa pemograman seperti java, C++, VB atau tabel pada database relational atau
penyimpanan tetap pada database berorientasi objek.
¤
UML sebagai bahasa untuk Pendokumentasian
Sistem (Documenting)
Maksudnya UML menunjukan dokumentasi dari
arsitektur sistem dan detail dari semuanya.UML hanya memberikan bahsa untuk
memperlihatkan permintaan dan untuk tes. UML menyediakan bahasa untuk
memodelkan aktifitas dari perencanaan project dan menejemen pelepasan (release
management).
Area Penggunaan UML
UML digunakan
paling efektif pada domain seperti :
-
Sistem Informasi Perusahaan
-
Sistem Perbankan dan Perekonomian
-
Bidang Telekomunikasi
-
Bidang Transportasi
-
Bidang Penerbangan
-
Bidang Perdagangan
-
Bidang Pelayanan Elekronik
-
Bidang Pengetahuan
-
Bidang Pelayanan Berbasis Web Terdistribusi
Namun UML tidak
terbatas untuk pemodelan software. Pada faktanya UML banyak untuk memodelkan
sistem nonsoftware seperti:
-
Aliran kerja pada sistem perundangan.
-
Struktur dan Kelakuakn dari sistem Kepedulian Kesehatan
Pasien
-
Desain
Hardware dll.
Tujuan
Penggunaan UML
1. memodelkan suatu sistem (bukan hanya
perangkat lunak) yang menggunakan konsep berorientasi objek.
2. menciptakan suatu bahasa pemodelan yang
dapat digunakan baik oleh manusia maupun mesin.
Diagram
dalam UML
Diagram
berbentuk grafik yang menunjukan simbol elemen model yang disusun utuk
mengilustrasikan bagain atau aspek tertentu dari sistem. Sebuah model sistem
biasanya mempunyai beberapa diagram untuk setiap jenisnya.
Adapun
jenis – jenis diagram antara lain :
1.
Use Case Diagram
Menggambarkan
sejumlah eksternal actor dan hubungannya ke Use Case yang diberikan oleh
sistem. Use Case digambarkan hanya yang dilihat dari luar oleh actor (keadaan
lingkungan sistem yang dilihat user) dan bagaimana fungsi yang ada didalam
sistem.
2.
Class Diagram
Menggambarkan
struktur statis class dalam sistem. Class merepresentsikan sesuatu yang
ditangani oleh sistem. Class dapat dihubungkan dengan lainnya melalui sejumlah
cara : assasiated (terhubung satu dengan yang lain), dependent (satu class
tergantung / menggunakan class yang lainnya), specialiized (satu class
merupakan spesialisasi dari class lainnya), atau packaged (grup bersama sebagai
suatu unit).
3.
Sequence Diagram
Menggambarkan
kolaborasi dinamis antar sejumlah object. Kegunaanya untuk menunjukkan rangkaian
pesan yang dikirim antara objek juga
interaksi antara object.
4.
Collaboration Diagram
Menggambarkan
kolaborasi dinamis seperti sequence diagram. Dalam menjukkan pertukaran pesan,
collaboration diagram menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks).
Jika penekanannya pada waktu atau urutan gunakkan sequence diagram, tetapi jika
penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.
5.
State Chart Diagram
Menggambarkan
semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan
kejadian yang menyebabkan state berubah secara dinamis
6.
Activity Diagram
Menggambarkan
rangkaian aliran dari aktivitas, digunakkan untuk mendeskripsikan aktivitas
yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas
lainnya seperti use case atau interaksi.
7.
Component Diagram
Menggambarkan
struktur fisik kode dari komponen. Komponen dapat berupa source code, komponen
biner, atau executable component. Sebuah komponen berisi tenatang logic class
atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view
ke component view.
8.
Deployment Diagram
Menggambarkan
arsitektur fisik dari perangkat keras dan perangkat lunak sistem, menunjukkan
hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya.
Di dalam nodes, executable, component dan object yang dialokasikan untuk
memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan
ketergantungan komponen.
UML dan RUP
Unified Modelling Language (UML) adalah bahasa pemodelan yang menggunakan
konsep orientasi objek. UML dibuat oleh Grady
Booch, James Rumbaugh, dan Ivar Jacobson di bawah bendera Rational Software Corp [ERI98]. UML
menyediakan notasi-notasi yang membantu memodelkan sistem dari berbagai
perspektif. UML tidak hanya digunakan dalam pemodelan perangkat lunak, namun
hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.
Rational Unified Process (RUP) adalah metodologi pengembangan
perangkat lunak yang dibangun dengan visi memudahkan pengontrolan dan
meningkatkan kualitas perangkat lunak yang dibangun. RUP memanfaatkan
sepenuhnya notasi yang ada dalam UML [WEI01].
Hubungan antara UML dan RUP adalah UML menyediakan notasi-notasi
pemodelan, sedangkan RUP menggunakan notasi-notasi yang disediakan dalam UML
tersebut.
Tahap-Tahap Pengembangan dalam RUP [WEI01]
ß Dimensi kandungan aktivitas à
|
ß
Dimensi waktu pengembangan à
|
Gambar 1 Tahap-Tahap Pengembangan dalam RUP
|
Pada RUP, tahap
pengembangan dideskripsikan dalam dua dimensi, yaitu
·
Sumbu horisontal, merepresentasikan waktu dan aspek
dinamis dari proses, dan diekspresikan dalam bentuk siklus, tahap, iterasi, dan
tonggak (milestone)
·
Sumbu vertikal, merepresentasikan aspek statis dari
proses, bagaimana proses dideskripsikan dalam bentuk aktivitas, artifak,
pekerja, dan alur kerja.
Tujuan dan sasaran tiap tahap pengembangan :
a.
Tahap Permulaan (Inception)
·
Mendapatkan kesepahaman dari stakeholder terhadap sasaran siklus
pengembangan
·
Menetapkan ruang lingkup dan batas dari proyek
pengembangan, memperkirakan total biaya dan jadwal untuk keseluruhan proyek,
serta memperkirakan semua resiko potensial proyek pengembangan
b.
Tahap Perluasan (Elaboration)
·
Membuat garis dasar arsitektur sistem untuk
menyediakan landasan yang stabil bagi
upaya perancangan dan implementasi dalam tahap konstruksi.
c.
Tahap Konstruksi (Construction)
·
Melakukan klarifikasi kebutuhan yang masih
tersisa dan melengkapi pembangunan sistem berdasarkan arsitektur yang ditetapkan.
·
Secara berulang dan bertambah (iterative and incremental) membangun
produk yang lengkap, yang siap dialihkan kepada komunitas penggunanya.
d.
Tahap Peralihan (Transition)
·
Memastikan bahwa perangkat lunak telah tersedia
bagi para pengguna akhir (end user),
termasuk pengujian untuk persiapan. Pada tahap ini, umpan-balik pengguna harus
berfokus pada isu-isu fine-tuning,
konfigurasi, dan ketergunaan
·
Rekayasa spesifik-penyebaran, seperti cut over, pengemasan komersial,
pelatihan personil lapangan, serta berbagai aktivitas perbaikan, seperti
pembetulan bug, peningkatan kinerja dan ketergunaan, dan sebagainya
Secara umum effort
dan jadwal pengerjaan untuk setiap tahap pengembangan adalah sebagai
berikut :
Inception
|
Elaboration
|
Construction
|
Transition
|
|
Effort
|
5 %
|
20 %
|
65 %
|
10 %
|
Schedule
|
10 %
|
30 %
|
50 %
|
10 %
|
TABEL 1 Effort dan schedule setiap tahap pengembangan
Alur Utama Pengembangan dalam RUP [WEI01]
Alur utama pengembangan petangkat lunak dalam RUP serta model yang
digunakan dalam setiap alur utama tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar 2 Alur Utama Pengembangan dalam RUP
Secara umum effort
pengerjaan untuk setiap alur utama pengembangan adalah sebagai berikut :
Business
Engineering
|
Requirement
Analysis
|
Analysis and
Design
|
Implementation
|
|
Effort
|
8,75 %
|
19,75 %
|
27,75 %
|
43,75 %
|
TABEL 2 Effort pengerjaan untuk setiap alur
utama pengembangan
Beberapa Alat Bantu dalam RUP [WEI01]
Beberapa alat bantu yang digunakan dalam RUP adalah :
- Tahap Business Engineering/Business Modelling
·
Business
Use Case Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan bagaimana
proses bisnis dari sistem yang akan dikembangkan (existing system) dalam terminologi use case. Diagram yang digunakan dalam pemodelan ini adalah Business Use Case Diagram.
·
Business Object
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana realisasi dari setiap business use case pada business use case diagram. Dari setiap business use case dibreakdown sehingga dapat diketahui entitas apa saja yang ada dalam business use case tersebut.
Entitas-entitas ini akan menjadi kandidat kelas dalam Class Diagram.
- Tahap Requirement Analysis
·
Use Case
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan kebutuhan-kebutuhan atau
fitur-fitur yang harus dimiliki oleh sistem yang baru. Diagram yang digunakan
dalam pemodelan ini adalah Use Case
Diagram.
- Tahap Analysis and Design
·
Design
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana analisis dan desain
sistem yang baru. Dari setiap use case
pada use case diagram dibreakdown untuk mengetahui bagaimana
realisasi dari use case tersebut.
Realisasi use case dapat dimodelkan dengan beberapa
diagram, yaitu Class Diagram (own by Use Case Realization) serta Interaction Diagram. Sedangkan desain
sistem digambarkan dengan Class Diagram.
- Tahap Implementation
·
Implementation
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana
implementasi terhadap desain dari sistem yang baru. Salah satu diagram yang
digunakan dalam pemodelan ini adalah Database
Diagram.
Bagaimana
modul ini digunakan?
Modul
ini tersusun atas teori mengenai UML, petunjuk pemakaian Rational Rose untuk
membuat diagram-diagram pada UML, contoh kasus UML ( Sistem Registrasi STT
Telkom ), jurnal praktikum dan proyek UML.
1. Praktikan diharapkan mempersiapkan diri
mempelajari dan memahami teori atau konsep UML.
2. Langkah selanjutnya adalah praktikan
memilih salah satu metodologi pengembangan perangkat lunak yang menggunakan UML
sebagai visual modelling-nya. Dalam modul ini diperkenalkan Rational Unified
Process sebagai salah satu metodologi pengembangan perangkat lunak yang
menggunakan UML sebagai visual modelling-nya. Praktikan diperkenankan
menggunakan metodologi lainnya.
3. Pada setiap modul praktikan akan
dibimbing untuk memakai Rational Rose sebagai salah satu tools pemodelan UML.
4. Pada setiap modul, praktikan akan
mengerjakan jurnal praktikum dimana pertanyaan yang diajukan berasal dari study
kasus yang digunakan sebagai contoh dalam setiap modul dan kasus khusus yang telah ditentukan.
5. Pada akhir praktikum, semua praktikan
akan mempresentasikan proyek/tugas besar praktikum berupa hasil rekayasa
pengembangan perangkat lunak menggunakan UML sampai dengan tahap design
perangkat lunak.
Check Model
(Tools Menu)
Perhatian : Pada beberapa kasus tidak dilakukan check
model, hal ini didasari atas adanya perbedaan
antara konsep UML dengan Check Model ? Kesimpulannya, tidak harus dilakukan check
model.
Check Model
dibuat untuk memeriksa apakah model yang dibuat pada banyak unit konsisten satu
dengan yang lainnya. Hal ini khususnya berguna ketika parallel development
berjalan pada banyak unit, karena sangat mungkin unit-unit yang berbeda tidak
sinkron satu dengan yang lain.
Check
Model akan memeriksa referensi sebagai berikut :
·
Ke supplier ( lihat anonim supplier pada package
relationship di modul 2 ) dari sembarang relationship, has, uses,
instantiation, metaclass, logical package import, module visibility,
connection, dsb.
·
Dari sebuah view pada sebuah diagram ke sebuah
item di model
·
Dari sebuah logical package ke component package
yang berasosiasi dengannya dan dari sebuah modul ke class yang berasosiasi
dengannya.
·
Dari sebuah object ke class yang berasosiasi
dengannya.
·
Dari sebuah message pada sebuah object diagram
ke sebuah operasi dalam sebuah class.
·
Dari dynamic semantic dalam sebuah operasi ke
scenario diagram
BAGIAN-BAGIAN
DARI UML
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Pada
dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang
terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses
pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan
Petri Nets.
Notasi
yang digunakan dalam activity diagram adalah
sebagai barikut:
- Activity: Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dalam aliran pekerjaan.
- Transition: Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.
- Decision: Notasi yang menandakan kontro cabang aliran berdasarkan decision point.
- Synchronization bars: Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).
3. Package Diagram
Package
diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang berlainan
secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi yaitu berupa
sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas yang hanya
menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan, disamping
hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.
Pada
dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang
terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses
pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan
Petri Nets.
Notasi
yang digunakan dalam activity diagram adalah
sebagai barikut:
- Activity: Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dalam aliran pekerjaan.
- Transition: Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.
- Decision: Notasi yang menandakan kontro cabang aliran berdasarkan decision point.
- Synchronization bars: Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).
3. Package Diagram
Package
diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang
berlainan secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi
yaitu berupa sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas
yang hanya menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan,
disamping hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.

Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan
sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama penting pada
pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna untuk
membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.

Pada contoh
sequence
diagram diatas digambarkan contoh use case investasi perdagangan. Pada diagram
tersebut obyek yang berinteraksi adalah user, userinterface sistem, dan
interface terhadap sistem eksternal.Pada diagram tersebut terlihat aliran
secara umum,yakni :
- User memilih account investment.
- Kemudian, sistem akan mengirimkan pesan pada sistem investor untukmelakukan query harga saham dari investasi pada account user.
- Sistem akan menampilkan harga saham pada account investasi user.
- User memilih investasi dan jumlah saham yang akan dijual.
- Sistem akan mengirimkan pesan kepada sistem investor untukmenyampaikan permintaan untuk menjual saham yang telah ditentukan oleh user.
6. Class Diagram (Class Diagram)
Class adalah
dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi
yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan
global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada
dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa
class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas
dari suatu system.
Bersifat
statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka,
kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada
pemodelan system berorientasi objek.
Kelas Diagram
berfungsi untuk menjelaskan tipe dari object sistem dan hubungannya dengan
object yang lain. Object adalah nilai tertentu dari setiap attribute kelas
entity. Pada penggambaran kelas diagram ada dikenal dengan kelas analisis yaitu
kelas ber-stereotype. Tapi yang biasanya dipakai adalah kelas diagram tanpa
stereotype.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
7. Communication Diagram
Communication diagram
menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih
menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence
number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa
informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau
memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration
“Pemesanan kamar di Hotel”
.
8. Composite Structure Diagram
Diagram struktur komposit adalah
diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin
interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan
hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram
struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang
menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.
Struktur komposit dapat digunakan
untuk menjelaskan:
- Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
- Run-time struktur yang saling berhubungan.
9. Object Diagram
Object diagram merupakan sebuah
gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena
lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih
sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.
Object diagram sangat mirip
dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan
objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk
memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa
kasus, pernyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna
atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau
operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi
yang salah tempat.
Bersifat statis. Diagram ini
mempelihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek
memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada
diagram kelas.
10. Timing Diagram
Memperlihatkan interaksi ketika
tujuan utama diagram adalah waktu. Menggambarkan perubahan dalam state atau
kondisi dari pengelompokkaninstance atau tugas berlebihan. Biasanya dipakai
untuk memperlihatkan perubahan dalam state objectberlebihan dalam merespon ke
external events. Dipakai untuk memperlihatkan perilaku dari sebuah/ beberapa
object melaluiperiode waktu.
Ada 2 jenisTiming diagram
yaitu
- Concise/simple notation: Dipakai untuk mengeksplorasi sebuah/beberapa object melalui periode waktu
- Robust notation
Diagram tersebut akan menjadi
ideal ketika kita mampu menyeimbangkan ke-6 elemen yang ada, bukan menariknya
ke satu atau dua arah saja. Tiap orang biasanya punya satu elemen yang dominan,
tinggal bagaimana mengoptimalkan elemen-elemen yang lain saja.
11. Component Diagram
Diagram ini bila dikombinasikan
dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik
dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem
client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas
akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.
Diagram komponen juga dapat
berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena
berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.
12. Deployment Diagram
Deployment diagram menggambarkan
detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen
akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan
jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang
bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat
juga didefinisikan dalam diagram ini.
13. Interaction Overview Diagram
Interaction Overview Diagram
adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence
diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram
dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga
dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity
diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.
7. Communication Diagram
Communication diagram
menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih
menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence
number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa informasi
yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan
pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration
“Pemesanan kamar di Hotel”
.
8. Composite Structure Diagram
Diagram struktur komposit adalah
diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin
interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan
hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram
struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang
menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.
Struktur komposit dapat digunakan
untuk menjelaskan:
- Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
- Run-time struktur yang saling berhubungan.
9. Object Diagram
Object diagram merupakan sebuah
gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena
lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih
sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.
Object diagram sangat mirip
dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan
objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk
memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa
kasus, pernyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna
atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau
operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi
yang salah tempat.
Bersifat statis. Diagram ini
mempelihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek
memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada
diagram kelas.
10. Timing Diagram
Memperlihatkan interaksi ketika
tujuan utama diagram adalah waktu. Menggambarkan perubahan dalam state atau
kondisi dari pengelompokkaninstance atau tugas berlebihan. Biasanya dipakai
untuk memperlihatkan perubahan dalam state objectberlebihan dalam merespon ke
external events. Dipakai untuk memperlihatkan perilaku dari sebuah/ beberapa
object melaluiperiode waktu.
Ada 2 jenisTiming diagram
yaitu
- Concise/simple notation: Dipakai untuk mengeksplorasi sebuah/beberapa object melalui periode waktu
- Robust notation
Diagram tersebut akan menjadi
ideal ketika kita mampu menyeimbangkan ke-6 elemen yang ada, bukan menariknya
ke satu atau dua arah saja. Tiap orang biasanya punya satu elemen yang dominan,
tinggal bagaimana mengoptimalkan elemen-elemen yang lain saja.
11. Component Diagram
Diagram ini bila dikombinasikan
dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik
dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem
client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas
akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.
Diagram komponen juga dapat
berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena
berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.
12. Deployment Diagram
Deployment diagram menggambarkan
detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen
akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan
jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang
bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat
juga didefinisikan dalam diagram ini.
13. Interaction Overview Diagram
Interaction Overview Diagram
adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence
diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram
dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga
dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity
diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.
Pengenalan
UML
Pengenalan
UML
UML (Unified Modeling Language) merupakan
pengganti dari metode analisis berorientasi objek dan design berorientasi
objek(OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun
90-an.
UML merupakan gabungan dari metode Booch,
Rumbaugh(OMT) dan Jacobson. Tetapi UML ini akan mencakup lebih luas daripada
OOA&D. Pada pertengahan pengembangan UML dilakukan standarisasi proses
dengan OMG(Object Management Group) dengan harapan UML akan menjadi bahasa standar pemodelan pada
masa yang akan datang.
UML disebut sebagai bahasa pemodelan
bukan metode. Kebanyakan metode terdiri paling sedikit prinsip, bahasa
pemodelan dan proses. Bahasa pemodelan (sebagian besar grafik) merupakan notasi
dari metode yang digunakan untuk mendesain secara cepat.
Bahasa pemodelan merupakan bagian
terpenting dari metode. Ini merupakan bagian kunci tertentu untuk komunikasi.
Jika anda ingin berdiskusi tentang desain dengan seseorang, maka anda hanya
membutuhkan bahasa pemodelan bukan proses yang digunakan untuk mendapatkan
desain.
UML merupakan bahasa standar untuk penulisan blueprint software
yang digunakan untuk visualisasi, spesifikasi, pembentukan dan pendokumentasian
alat-alat dari sistem software.
Sejarah
Singkat UML
Bahasa pemodelan berorientasi objek
muncul antara sekitar pertengahan tahun 1970-an dan akhir tahun 1980-an yang
dikenal dengan bahasa pemograman berorientasi objek dan aplikasi komplek yang
berkembang, yang dimulai untuk eksperimen dengan pendekatan alternatif untuk
analisis dan desain. Sejumlah metode berorientasi objek bertambah dari kurang
lebih 10 sampai lebih dari 50 selama periode 1989 dan 1994. Beberapa user
pengguna metode ini menemukan permasalahan dalam bahasa pemodelan ini yang
dibutuhkan mereka untuk kelengkapan, sehingga timbul yang dinamakan perang
metode. Belajar dari pengalaman, metode generasi baru mulai muncul dengan
metode yang terkemuka, seperti Booch, Jacobson’s OOSE(Object Oriented Software
Engineering) dan Rumbaugh’s OMT(Object Modelling Technique). Metode penting
lainya seperti Fusion, Shler_mellor dan Coad-Yourdan. Setiap metode ini
merupakan metode yang lengkap, meskipun setiap metode diakui memiliki kelebihan
dan kekurangan. Dalam waktu yang singkat metode Booch paling terasa dalam
mendesain dan membangun tahapan project,OOSE memberikan dukungan yang baik
untuk use cases seperti cara untuk menjalankan permintaan, analisis dan desain
level tinggi, dan OMT-2 sangat berguna untuk analisis dan sistem informasi data
intensif.
Banyak ide-ide yang kritis dimulai dari
pertengahan tahun 1990-an ketika Grady Booch (Relational Software Corporation),
Ivar Jacobson(Objectory) dan James Rumbaugh(General Electric) mulai mengadopsi
ide-ide dari metode lainnya yang dikumpulkan yang akhirnya diakui sebagai
Metode Object Oriented yang mudah diseluruh dunia. Kemudian mereka termotivasi
untuk membangun UML(Unified Modelling Language).
Ada tiga tujuan dibangunnya penyatuan metode
tersebut yaitu :
1. Untuk memodelkan sistem, dari konsep ke
bentuk yang cocok dengan menggunakan teknik berorientasi objek.
2. Untuk menunjukkan skala persoalan yang
komplek.
3. Untuk membangun bahasa pemodelan yang
berguna bagi manusia dan mesin.
Perencanaan bahasa untuk digunakan pada
analisa dan desain yang berorientasi objek tidak seperti mendesain bahasa pemograman.
Pertama, kita harus mengetahui masalah seperti dapatkah bahasa mencakup
spesikasi permintaan? Dapatkah bahasa penting untuk pemograman visual? Kedua,
kita harus menemukan keseimbangan antara komplek dan kesederhanaan. Bahasa yang
terlalu sederhana akan terbatas untuk problem yang luas yang akan dipecahkan.
Sedangkan untuk bahasa yang komplek akan berakibat terlalu pengembang pada
sistem yang sederhana.
UML dimulai secara resmi pada oktober
1994, ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch pada Relational Software
Coorporation. Proyek ini mengfokuskan pada penyatuan metode Booch dan OMT.
Versi 0.8 merupakan Metode Penyatuan yang direlease pada bulan oktober 1995.
Dalam waktu yang sama Jacobson bergabung dengan Ralational dan cakupan dari UML
semakin luas sampai diluar perusahaan OOSE. Dokumentasi UML versi 0.9 akhirnya
direlease pada bulan Juni 1996. Meskipun pada tahun 1996 ini melihat dan
menerima feedback dari komunitas Software Engineering. Dalam waktu tersebut
menjadi lebih jelas bahwa beberapa organisasi software melihat kalau UML
merupakan strategi dari bisnisnya. Kemudian dibangunlah UML Consortium dengan
beberapa organisasi yang akan menyumbangkan sumber dayanya untuk bekerja
mengembangkan dan melengkapi UML.
Disini beberapa patner yang berkontribusi
pada UML 1.0 diantaranya Digital Equipment Corporation, Hewlett-packard,
I-Logix, Intellicorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle,
Relational, Texas Instruments dan Unisys. Dari Colaboration ini dihasilkan UML
1.0 yang merupakan bahasa pemodelan yang ditetapkan secara baik, Expressive,
kuat dan cocok untuk lingkungan masalah yang luas. UML 1.0 ditawarkan menjadi
standarisasi dari Object Management Group(OMG). Dan pada januari 1997 sebagai
standar bahasa pemodelan.
Antara Januari – Juli 1997 Gabungan group tersebut memperluas kontribusinya sebagai hasil respon dari OMG dengan memasukkan Adersen Consulting, Ericsson, ObjectTimeLimeted, Platinum Technology,Ptech, Reich Technologies, Softeam, Sterling Software dan Taskon. Revisi dari versi UML(versi 1.1) ditawarkan kepada OMG sebagai standarisasi pada bulan juli 1997. Dan pada bulan September 1997 versi ini dierima oleh OMG Analysis dan Design Task Force(ADTF) dan OMG ArchitectureBoard. Dan Akhirnya pada Juli 1997 UML versi 1.1 menjadi standarisasi.
Pemeliharaan UML terus dipegang oleh OMG Revision Task Force(RTF) yang
dipimpin oleh Cris Kobryn. RTP merilis editorial dari UML 1.2 pada Juni 1998.
Dan pada tahun 1998 RTF juga merilis UML 3.1 dengan disertai dengan user guide
dan memberikan technical cleanup.
Gambaran dari UML
¤
UML sebagai Bahasa Pemodelan
UML merupakan Bahasa pemodelan yang memiliki pembendaharaan
kata dan cara untuk mempresentasikan secara fokus pada konseptual dan fisik
dari suatu sistem. Contoh untuk sistem software yang intensive membutuhkan
bahasa yang menunjukkan pandangan yang berbeda dari arsitektur sistem, ini sama
seperti menyusun/mengembangkan software development life cycle. Dengan UML akan
memberitahukan kita bagaimana untuk membuat dan membaca bentuk model yang baik,
tetapi UML tidak dapat memberitahukan model apa yang akan dibangun dan kapan
akan membangun model tersebut. Ini merupakan aturan dalam software development
process.
¤
UML sebagai bahasa untuk Menggambarkan
Sistem(Visualizing)
UML tidak hanya merupakan rangkaian simbol grafikal,
cukup dengan tiap simbol pada notasi UML merupakan penetapan simantik yang
baik. Dengan cara ini, satu pengembang dapat menulis model UML dan pengembang
lain atau perangkat yang sama lainnya dapat mengartikan bahwa model tersebut tidak
ambigu. Hal ini akan mengurangi error yang terjadi karena perbedaan bahasa
dalam komunikasi model konseptual dengan model lainnya.
UML menggambarkan model yang dapat dimengerti dan
dipresentasikan ke dalam model tekstual bahasa pemograman. Contohnya kita dapat
menduga suatu model dari sistem yang berbasis web tetapi tidak secara langsung
dipegang dengan mempelajari code dari sistem. Dengan model UML maka kita dapat
memodelkan suatu sistem web tersebut dan dipresentasikan ke bahasa pemogranan.
UML merupakan suatu model ekaplisit yang menggambarkan
komunikasi informasi pada sistem. Sehingga kita tidak kehilangan informasi code
implementasi yang hilang dikarenakan developer memotong coding dari
implementasi.
¤
UML sebagai bahasa untuk Menspesifikasikan
Sistem (Specifying)
Maksudnya membangun model yang sesuai,
tidak ambigu dan lengkap. Pada faktanya UML menunjukan semua spesifikasi
keputusan analisis, desin dan implementasi yang penting yang harus dibuat pada
saat pengembangan dan penyebaran dari sistem software intensif.
¤
UML sebagai bahasa untuk Membangun
Sistem(Constructing)
UML bukan bahasa pemograman visual,
tetapi model UML dapat dikoneksikan
secara langsung pada bahasa pemograman visual.
Maksudnya membangun model yang dapat
dimapping ke bahasa pemograman seperti java, C++, VB atau tabel pada database relational atau
penyimpanan tetap pada database berorientasi objek.
¤
UML sebagai bahasa untuk Pendokumentasian
Sistem (Documenting)
Maksudnya UML menunjukan dokumentasi dari
arsitektur sistem dan detail dari semuanya.UML hanya memberikan bahsa untuk
memperlihatkan permintaan dan untuk tes. UML menyediakan bahasa untuk
memodelkan aktifitas dari perencanaan project dan menejemen pelepasan (release
management).
Area Penggunaan UML
UML digunakan
paling efektif pada domain seperti :
-
Sistem Informasi Perusahaan
-
Sistem Perbankan dan Perekonomian
-
Bidang Telekomunikasi
-
Bidang Transportasi
-
Bidang Penerbangan
-
Bidang Perdagangan
-
Bidang Pelayanan Elekronik
-
Bidang Pengetahuan
-
Bidang Pelayanan Berbasis Web Terdistribusi
Namun UML tidak
terbatas untuk pemodelan software. Pada faktanya UML banyak untuk memodelkan
sistem nonsoftware seperti:
-
Aliran kerja pada sistem perundangan.
-
Struktur dan Kelakuakn dari sistem Kepedulian Kesehatan
Pasien
-
Desain
Hardware dll.
Tujuan
Penggunaan UML
1. memodelkan suatu sistem (bukan hanya
perangkat lunak) yang menggunakan konsep berorientasi objek.
2. menciptakan suatu bahasa pemodelan yang
dapat digunakan baik oleh manusia maupun mesin.
Diagram
dalam UML
Diagram
berbentuk grafik yang menunjukan simbol elemen model yang disusun utuk
mengilustrasikan bagain atau aspek tertentu dari sistem. Sebuah model sistem
biasanya mempunyai beberapa diagram untuk setiap jenisnya.
Adapun
jenis – jenis diagram antara lain :
1.
Use Case Diagram
Menggambarkan
sejumlah eksternal actor dan hubungannya ke Use Case yang diberikan oleh
sistem. Use Case digambarkan hanya yang dilihat dari luar oleh actor (keadaan
lingkungan sistem yang dilihat user) dan bagaimana fungsi yang ada didalam
sistem.
2.
Class Diagram
Menggambarkan
struktur statis class dalam sistem. Class merepresentsikan sesuatu yang
ditangani oleh sistem. Class dapat dihubungkan dengan lainnya melalui sejumlah
cara : assasiated (terhubung satu dengan yang lain), dependent (satu class
tergantung / menggunakan class yang lainnya), specialiized (satu class
merupakan spesialisasi dari class lainnya), atau packaged (grup bersama sebagai
suatu unit).
3.
Sequence Diagram
Menggambarkan
kolaborasi dinamis antar sejumlah object. Kegunaanya untuk menunjukkan rangkaian
pesan yang dikirim antara objek juga
interaksi antara object.
4.
Collaboration Diagram
Menggambarkan
kolaborasi dinamis seperti sequence diagram. Dalam menjukkan pertukaran pesan,
collaboration diagram menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks).
Jika penekanannya pada waktu atau urutan gunakkan sequence diagram, tetapi jika
penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.
5.
State Chart Diagram
Menggambarkan
semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan
kejadian yang menyebabkan state berubah secara dinamis
6.
Activity Diagram
Menggambarkan
rangkaian aliran dari aktivitas, digunakkan untuk mendeskripsikan aktivitas
yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas
lainnya seperti use case atau interaksi.
7.
Component Diagram
Menggambarkan
struktur fisik kode dari komponen. Komponen dapat berupa source code, komponen
biner, atau executable component. Sebuah komponen berisi tenatang logic class
atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view
ke component view.
8.
Deployment Diagram
Menggambarkan
arsitektur fisik dari perangkat keras dan perangkat lunak sistem, menunjukkan
hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya.
Di dalam nodes, executable, component dan object yang dialokasikan untuk
memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan
ketergantungan komponen.
UML dan RUP
Unified Modelling Language (UML) adalah bahasa pemodelan yang menggunakan
konsep orientasi objek. UML dibuat oleh Grady
Booch, James Rumbaugh, dan Ivar Jacobson di bawah bendera Rational Software Corp [ERI98]. UML
menyediakan notasi-notasi yang membantu memodelkan sistem dari berbagai
perspektif. UML tidak hanya digunakan dalam pemodelan perangkat lunak, namun
hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.
Rational Unified Process (RUP) adalah metodologi pengembangan
perangkat lunak yang dibangun dengan visi memudahkan pengontrolan dan
meningkatkan kualitas perangkat lunak yang dibangun. RUP memanfaatkan
sepenuhnya notasi yang ada dalam UML [WEI01].
Hubungan antara UML dan RUP adalah UML menyediakan notasi-notasi
pemodelan, sedangkan RUP menggunakan notasi-notasi yang disediakan dalam UML
tersebut.
Tahap-Tahap Pengembangan dalam RUP [WEI01]
ß Dimensi kandungan aktivitas à
|
ß
Dimensi waktu pengembangan à
|
Gambar 1 Tahap-Tahap Pengembangan dalam RUP
|
Pada RUP, tahap
pengembangan dideskripsikan dalam dua dimensi, yaitu
·
Sumbu horisontal, merepresentasikan waktu dan aspek
dinamis dari proses, dan diekspresikan dalam bentuk siklus, tahap, iterasi, dan
tonggak (milestone)
·
Sumbu vertikal, merepresentasikan aspek statis dari
proses, bagaimana proses dideskripsikan dalam bentuk aktivitas, artifak,
pekerja, dan alur kerja.
Tujuan dan sasaran tiap tahap pengembangan :
a.
Tahap Permulaan (Inception)
·
Mendapatkan kesepahaman dari stakeholder terhadap sasaran siklus
pengembangan
·
Menetapkan ruang lingkup dan batas dari proyek
pengembangan, memperkirakan total biaya dan jadwal untuk keseluruhan proyek,
serta memperkirakan semua resiko potensial proyek pengembangan
b.
Tahap Perluasan (Elaboration)
·
Membuat garis dasar arsitektur sistem untuk
menyediakan landasan yang stabil bagi
upaya perancangan dan implementasi dalam tahap konstruksi.
c.
Tahap Konstruksi (Construction)
·
Melakukan klarifikasi kebutuhan yang masih
tersisa dan melengkapi pembangunan sistem berdasarkan arsitektur yang ditetapkan.
·
Secara berulang dan bertambah (iterative and incremental) membangun
produk yang lengkap, yang siap dialihkan kepada komunitas penggunanya.
d.
Tahap Peralihan (Transition)
·
Memastikan bahwa perangkat lunak telah tersedia
bagi para pengguna akhir (end user),
termasuk pengujian untuk persiapan. Pada tahap ini, umpan-balik pengguna harus
berfokus pada isu-isu fine-tuning,
konfigurasi, dan ketergunaan
·
Rekayasa spesifik-penyebaran, seperti cut over, pengemasan komersial,
pelatihan personil lapangan, serta berbagai aktivitas perbaikan, seperti
pembetulan bug, peningkatan kinerja dan ketergunaan, dan sebagainya
Secara umum effort
dan jadwal pengerjaan untuk setiap tahap pengembangan adalah sebagai
berikut :
Inception
|
Elaboration
|
Construction
|
Transition
|
|
Effort
|
5 %
|
20 %
|
65 %
|
10 %
|
Schedule
|
10 %
|
30 %
|
50 %
|
10 %
|
TABEL 1 Effort dan schedule setiap tahap pengembangan
Alur Utama Pengembangan dalam RUP [WEI01]
Alur utama pengembangan petangkat lunak dalam RUP serta model yang
digunakan dalam setiap alur utama tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar 2 Alur Utama Pengembangan dalam RUP
Secara umum effort
pengerjaan untuk setiap alur utama pengembangan adalah sebagai berikut :
Business
Engineering
|
Requirement
Analysis
|
Analysis and
Design
|
Implementation
|
|
Effort
|
8,75 %
|
19,75 %
|
27,75 %
|
43,75 %
|
TABEL 2 Effort pengerjaan untuk setiap alur
utama pengembangan
Beberapa Alat Bantu dalam RUP [WEI01]
Beberapa alat bantu yang digunakan dalam RUP adalah :
- Tahap Business Engineering/Business Modelling
·
Business
Use Case Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan bagaimana
proses bisnis dari sistem yang akan dikembangkan (existing system) dalam terminologi use case. Diagram yang digunakan dalam pemodelan ini adalah Business Use Case Diagram.
·
Business Object
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana realisasi dari setiap business use case pada business use case diagram. Dari setiap business use case dibreakdown sehingga dapat diketahui entitas apa saja yang ada dalam business use case tersebut.
Entitas-entitas ini akan menjadi kandidat kelas dalam Class Diagram.
- Tahap Requirement Analysis
·
Use Case
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan kebutuhan-kebutuhan atau
fitur-fitur yang harus dimiliki oleh sistem yang baru. Diagram yang digunakan
dalam pemodelan ini adalah Use Case
Diagram.
- Tahap Analysis and Design
·
Design
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana analisis dan desain
sistem yang baru. Dari setiap use case
pada use case diagram dibreakdown untuk mengetahui bagaimana
realisasi dari use case tersebut.
Realisasi use case dapat dimodelkan dengan beberapa
diagram, yaitu Class Diagram (own by Use Case Realization) serta Interaction Diagram. Sedangkan desain
sistem digambarkan dengan Class Diagram.
- Tahap Implementation
·
Implementation
Model
Model ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana
implementasi terhadap desain dari sistem yang baru. Salah satu diagram yang
digunakan dalam pemodelan ini adalah Database
Diagram.
Bagaimana
modul ini digunakan?
Modul
ini tersusun atas teori mengenai UML, petunjuk pemakaian Rational Rose untuk
membuat diagram-diagram pada UML, contoh kasus UML ( Sistem Registrasi STT
Telkom ), jurnal praktikum dan proyek UML.
1. Praktikan diharapkan mempersiapkan diri
mempelajari dan memahami teori atau konsep UML.
2. Langkah selanjutnya adalah praktikan
memilih salah satu metodologi pengembangan perangkat lunak yang menggunakan UML
sebagai visual modelling-nya. Dalam modul ini diperkenalkan Rational Unified
Process sebagai salah satu metodologi pengembangan perangkat lunak yang
menggunakan UML sebagai visual modelling-nya. Praktikan diperkenankan
menggunakan metodologi lainnya.
3. Pada setiap modul praktikan akan
dibimbing untuk memakai Rational Rose sebagai salah satu tools pemodelan UML.
4. Pada setiap modul, praktikan akan
mengerjakan jurnal praktikum dimana pertanyaan yang diajukan berasal dari study
kasus yang digunakan sebagai contoh dalam setiap modul dan kasus khusus yang telah ditentukan.
5. Pada akhir praktikum, semua praktikan
akan mempresentasikan proyek/tugas besar praktikum berupa hasil rekayasa
pengembangan perangkat lunak menggunakan UML sampai dengan tahap design
perangkat lunak.
Check Model
(Tools Menu)
Perhatian : Pada beberapa kasus tidak dilakukan check
model, hal ini didasari atas adanya perbedaan
antara konsep UML dengan Check Model ? Kesimpulannya, tidak harus dilakukan check
model.
Check Model
dibuat untuk memeriksa apakah model yang dibuat pada banyak unit konsisten satu
dengan yang lainnya. Hal ini khususnya berguna ketika parallel development
berjalan pada banyak unit, karena sangat mungkin unit-unit yang berbeda tidak
sinkron satu dengan yang lain.
Check
Model akan memeriksa referensi sebagai berikut :
·
Ke supplier ( lihat anonim supplier pada package
relationship di modul 2 ) dari sembarang relationship, has, uses,
instantiation, metaclass, logical package import, module visibility,
connection, dsb.
·
Dari sebuah view pada sebuah diagram ke sebuah
item di model
·
Dari sebuah logical package ke component package
yang berasosiasi dengannya dan dari sebuah modul ke class yang berasosiasi
dengannya.
·
Dari sebuah object ke class yang berasosiasi
dengannya.
·
Dari sebuah message pada sebuah object diagram
ke sebuah operasi dalam sebuah class.
·
Dari dynamic semantic dalam sebuah operasi ke
scenario diagram
BAGIAN-BAGIAN
DARI UML
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
1. Use Case Diagram
Use case adalah abstraksi dari
interaksi antara system dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan
tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui
sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai.
Diagram Use Case berguna dalam
tiga hal :
- Menjelaskan fasilitas yang ada (requirement)
- Komunikasi dengan klien
- Membuat test dari kasus-kasus secara umum\
Kelebihan:
·
Interaksi antara pengguna dan system lain dengan
system yang akan di buat cukup tergambar dengan baik.
·
Penggambaran dengan sederhana membuat
identifikasi kebutuhan dengan use case dapat dengan lebih mudah untuk dipahami.
·
Pendekatan identifikasi kebutuhan dapat
berdasarkan top down (keinginan dari manajemen level atas) maupun bottom up
(keinginan pengguna akhir).
·
Dapat meng-include (memasukkan) fungsionalitas
use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya.
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Kelemahan:
- Kekurangan mengenai data masih kurang teridentifikasi dengan baik.
2. Activity Diagram
Activity
diagram menyediakan analis dengan kemampuan untuk memodelkan proses dalam suatu
sistem informasi. Activity diagram dapat digunakan untuk alur kerja model, use
case individual, atau logika keputusan yang terkandung dalam metode
individual3. Activity diagram juga menyediakan pendekatan untuk proses
pemodelan paralel. Activity diagram lebih lanjut .
Pada
dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang
terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses
pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan
Petri Nets.
Notasi
yang digunakan dalam activity diagram adalah
sebagai barikut:
- Activity: Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dalam aliran pekerjaan.
- Transition: Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.
- Decision: Notasi yang menandakan kontro cabang aliran berdasarkan decision point.
- Synchronization bars: Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).
3. Package Diagram
Package
diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang berlainan
secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi yaitu berupa
sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas yang hanya
menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan, disamping
hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.
Pada
dasarnya, diagram aktifitas canggih dan merupakan diagram aliran data yang
terbaru. Secara teknis, diagram aktivitas menggabungkan ide-ide proses
pemodelan dengan teknik yang berbeda termasuk model acara, statecharts, dan
Petri Nets.
Notasi
yang digunakan dalam activity diagram adalah
sebagai barikut:
- Activity: Notasi yang menggambarkan pelaksanaan dari beberapa proses dalam aliran pekerjaan.
- Transition: Notasi yang digunakan untuk memperlihatkan jalan aliran control dari activity ke activity.
- Decision: Notasi yang menandakan kontro cabang aliran berdasarkan decision point.
- Synchronization bars: Aliran kerja notasi ini menandakan bahwa beberapa aktivitas dapat diselesaikan secara bersamaan (pararel).
3. Package Diagram
Package
diagram utamanya digunakan untuk mengelompokkan elemen diagram UML yang
berlainan secara bersama-sama ke dalam tingkat pembangunan yang lebih tinggi
yaitu berupa sebuah paket. Diagram paket pada dasarnya adalah diagram kelas
yang hanya menampilkan paket, disamping kelas, dan hubungan ketergantungan,
disamping hubungan khas yang ditampilkan pada diagram kelas.

Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan
sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama penting pada
pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna untuk
membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.
Sebagai
contoh, jika kita memiliki sistem pendaftaran untuk kantor dokter, mungkin
masuk akal untuk kelompok kelas pasien dengan kelas sejarah medis pasien
bersama-sama untuk membentuk paket kelas pasien. Selain itu, dapat berguna
untuk membuat paket perawatan yang mengandung gejala penyakit, penyakit, dan
obat-obatan khas yang diresepkan untuk mereka.
4. State Diagram
State diagram
menggambarkan urutan keadaan yang dilalui objek dalam suatu kelas, karena suatu
kejadian menyababkan suatu perpindahan aktivitas/state. State dari objek adalah
penggolongan dari satu atau lebih nilai attribute pada kelas.
Bersifat
dinamis. Diagram state ini memperlihatkan statestate pada system, memuat state,
transisi, event, serta aktifitas. Diagram ini terutama penting untuk
memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama
penting pada pemodelan system – system yang reaktif.
contoh :“Peminjaman
Barang””
- Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
- Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak
- Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
- Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
- Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
- Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.
5. Sequence Diagram
Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap yang
seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.
Bersifat
dinamis. Diagram urutan adalah interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan
(message) dalam suatu waktu tertentu.
Sequence
diagram menekankan penyusunan berbasis waktu untuk kegiatan yang dilakukan
dengan satu set dari objek yang berkolaborasi. Sequence diagram sangat berguna
dalam membantu analis, memahami spesifikasi real-time dan menggunakan kasus
yang rumit (lihat di bawah). Diagram ini dapat diguanakan untuk mendeskripsikan
baik secara fisik dan logis interaksi antara objek.

Pada contoh
sequence
diagram diatas digambarkan contoh use case investasi perdagangan. Pada diagram
tersebut obyek yang berinteraksi adalah user, userinterface sistem, dan
interface terhadap sistem eksternal.Pada diagram tersebut terlihat aliran
secara umum,yakni :
- User memilih account investment.
- Kemudian, sistem akan mengirimkan pesan pada sistem investor untukmelakukan query harga saham dari investasi pada account user.
- Sistem akan menampilkan harga saham pada account investasi user.
- User memilih investasi dan jumlah saham yang akan dijual.
- Sistem akan mengirimkan pesan kepada sistem investor untukmenyampaikan permintaan untuk menjual saham yang telah ditentukan oleh user.
6. Class Diagram (Class Diagram)
Class adalah
dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi
yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan
global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada
dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa
class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas
dari suatu system.
Bersifat
statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka,
kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada
pemodelan system berorientasi objek.
Kelas Diagram
berfungsi untuk menjelaskan tipe dari object sistem dan hubungannya dengan
object yang lain. Object adalah nilai tertentu dari setiap attribute kelas
entity. Pada penggambaran kelas diagram ada dikenal dengan kelas analisis yaitu
kelas ber-stereotype. Tapi yang biasanya dipakai adalah kelas diagram tanpa
stereotype.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
Kelemahan:
- Sulit untuk penentuan antara atribut atau kelas, sering terjadi kesalahan
- Pengimplementasian struktur data sukar dilakukan
Class
memiliki 3 area pokok :
- Name (dan stereotype);
- Attribute;
- Method.
7. Communication Diagram
Communication diagram
menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih
menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence
number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa
informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau
memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration
“Pemesanan kamar di Hotel”
.
8. Composite Structure Diagram
Diagram struktur komposit adalah
diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin
interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan
hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram
struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang
menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.
Struktur komposit dapat digunakan
untuk menjelaskan:
- Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
- Run-time struktur yang saling berhubungan.
9. Object Diagram
Object diagram merupakan sebuah
gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena
lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih
sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.
Object diagram sangat mirip
dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan
objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk
memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa
kasus, pernyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna
atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau
operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi
yang salah tempat.
Bersifat statis. Diagram ini
mempelihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek
memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada
diagram kelas.
10. Timing Diagram
Memperlihatkan interaksi ketika
tujuan utama diagram adalah waktu. Menggambarkan perubahan dalam state atau
kondisi dari pengelompokkaninstance atau tugas berlebihan. Biasanya dipakai
untuk memperlihatkan perubahan dalam state objectberlebihan dalam merespon ke
external events. Dipakai untuk memperlihatkan perilaku dari sebuah/ beberapa
object melaluiperiode waktu.
Ada 2 jenisTiming diagram
yaitu
- Concise/simple notation: Dipakai untuk mengeksplorasi sebuah/beberapa object melalui periode waktu
- Robust notation
Diagram tersebut akan menjadi
ideal ketika kita mampu menyeimbangkan ke-6 elemen yang ada, bukan menariknya
ke satu atau dua arah saja. Tiap orang biasanya punya satu elemen yang dominan,
tinggal bagaimana mengoptimalkan elemen-elemen yang lain saja.
11. Component Diagram
Diagram ini bila dikombinasikan
dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik
dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem
client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas
akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.
Diagram komponen juga dapat
berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena
berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.
12. Deployment Diagram
Deployment diagram menggambarkan
detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen
akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan
jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang
bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat
juga didefinisikan dalam diagram ini.
13. Interaction Overview Diagram
Interaction Overview Diagram
adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence
diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram
dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga
dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity
diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.
7. Communication Diagram
Communication diagram
menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih
menekankan pada peran masing-masing objek. Setiap message memiliki sequence
number, dimana message dari level tertinggi memiliki Nomor 1. Diagram membawa informasi
yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan
pada kegiatan obyek dari waktu pesan itu dikirimkan.
Contoh : Diagram Collaboration
“Pemesanan kamar di Hotel”
.
8. Composite Structure Diagram
Diagram struktur komposit adalah
diagram yang menunjukan struktur internal classifier, termasuk poin
interaksinya ke bagian lain dari system. Hal ini menunjukkan konfigurasi dan
hubungan bagian, yang bersama-sama melakukan perilaku classifier. Diagram
struktur komposit merupakan jenis diagram struktur yang statis dalam UML, yang
menggambarkan struktur internal kelas dan kolaborasi.
Struktur komposit dapat digunakan
untuk menjelaskan:
- Struktur dari bagian-bagian yang saling berkaitan;
- Run-time struktur yang saling berhubungan.
9. Object Diagram
Object diagram merupakan sebuah
gambaran tentang objek-objek dalam sebuah system pada satu titik waktu. Karena
lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih
sering disebut sebagai sebuah diagram perintah.
Object diagram sangat mirip
dengan diagram kelas. Perbedaan utama adalah bahwa diagram objek menggambarkan
objek dan hubungan mereka. Tujuan utama dari diagram objek adalah untuk
memungkinkan analis untuk mengungkap rincian tambahan kelas. Dalam beberapa
kasus, pernyataan variabel dari sebuah class diagram dapat membantu pengguna
atau analis dalam menemukan atribut tambahan yang relevan, hubungan, dan atau
operasi, atau mungkin menemukan bahwa beberapa atribut, hubungan, atau operasi
yang salah tempat.
Bersifat statis. Diagram ini
mempelihatkan objek-objek serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek
memperlihatkan instansiasi statis dari segala sesuatu yang dijumpai pada
diagram kelas.
10. Timing Diagram
Memperlihatkan interaksi ketika
tujuan utama diagram adalah waktu. Menggambarkan perubahan dalam state atau
kondisi dari pengelompokkaninstance atau tugas berlebihan. Biasanya dipakai
untuk memperlihatkan perubahan dalam state objectberlebihan dalam merespon ke
external events. Dipakai untuk memperlihatkan perilaku dari sebuah/ beberapa
object melaluiperiode waktu.
Ada 2 jenisTiming diagram
yaitu
- Concise/simple notation: Dipakai untuk mengeksplorasi sebuah/beberapa object melalui periode waktu
- Robust notation
Diagram tersebut akan menjadi
ideal ketika kita mampu menyeimbangkan ke-6 elemen yang ada, bukan menariknya
ke satu atau dua arah saja. Tiap orang biasanya punya satu elemen yang dominan,
tinggal bagaimana mengoptimalkan elemen-elemen yang lain saja.
11. Component Diagram
Diagram ini bila dikombinasikan
dengan diagram penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan distribusi fisik
dari modul perangkat lunak melalui jaringan. Misalnya, ketika merancang sistem
client-server, hal ini berguna untuk menunjukkan mana kelas atau paket kelas
akan berada pada node klien dan mana yang akan berada di server.
Diagram komponen juga dapat
berguna dalam merancang dan mengembangkan sistem berbasis komponen. Karena
berfokus pada analisis sistem berorientasi objek dan desain.
12. Deployment Diagram
Deployment diagram menggambarkan
detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastruktur system, dimana komponen
akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras), bagaimana kemampuan
jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang
bersifat fisikal. Hubungan antar node ( misalnya TCP/IP) dan requirement dapat
juga didefinisikan dalam diagram ini.
13. Interaction Overview Diagram
Interaction Overview Diagram
adalah pecangkolan secara bersama antara activity diagram dengan sequence
diagram. Interaction Overview Diagram dapat dianggap sebagai activity diagram
dimana semua aktivitas diganti dengan sedikit sequence diagram, atau bisa juga
dianggap sebagai sequence diagram yang dirincikan dengan notasi activity
diagram yang digunakan untuk menunjukkan aliran pengawasan.








